Cerita di Kedubes Australia day 1
October 23, 2008
Waktu itu Aussie Gank + Fiji (aku, gading, Indra Umbrella, Herfino, Ibe, Isana) dengan langkah gagah perkasa berjalan ke kedubes Aussy.
Hari pertama kita dateng langsung dihadang satpam yang mukanya rada rad mirip Bart Simpson, jabrik dan bermuka sadis, tapi kok behel pink??????????? ya sudah kita coba untuk tidak terpancing mencela behel pink itu dan kembali kepada urusan diplomatik (cieeeee).
Mas…kita dari deplu…mau apply visa diplomatik ke Australia…gimana caranya ya ? (nanyanya dengan nada mirip orang Purbalingga nanya sama satpam busyway gambir di mana Monas berada) . Djumala (maaf pak kapus) lah eh maaf…djumawa lah itu satpam dan bilang…udah ada janji belum ? (kita garuk garuk perasaan baru ketemu satpam itu sekali ini…dan kita ngga janji bawain dia oleh2????)
kita jawab : “oh belum, tapi kita dari deplu.” dengan penuh harap bahwa nama itu bisa membuat perbedaan, atau mungkin siapa tau bisa masuk sambil dikasih konsumsi heheheheh. Tapi jawaban sangat mencengangkan. “Wahhhhh….harus janji dulu.” (dalam hati…wah janji apa ya ? bisa ngga ya aku menepatinya ? ohhh….asamra).
Terus dengan muka dingin dan behel pink nya dia ngasih kita nomer telp Japati yang mengarah pada orang konsuler………Diplomat baru dengan pulsa terbatas pun bingung soalnya auto operatornya ngomongggggggggggg terus dan ngasih tunjuk…misalnya gini : Apabila anda hendak mengapply visa silahkan tekan 2. (tekan 2 deh) terus tiba2 dia menerangkan semuanyaa dari A-Z bagaimana apply visa manual sampai diulang berkali kali, bahkan mungkin letak WC dan kantin murahnya juga disebutin. Terlihat muka gading yang tersenyum (nelponnya pake HP gading) membuat kita menjadi merasa tidak berdosa untuk membantai pulsanya.
Ya sudah al - hasil kita pulang, dan mulai pesimis dengan kesaktian paspor hitam. Soalnya ketika kita ke AVAC ditarikin uang Rp. 150.000 WAHHHH diplomatik apa iniehhhh (saya yang paling emosi soalnya di kantong cuman ada Rp. 50.000 heheheheheh)
Sejak itu kita berharap besok tidak ada kesulitan lagi…
continue to bag. 2
Yang tak pernah meminta kembali
May 17, 2008
Hari ini kulihat pahlawanku….kartiniku….ibuku….tergolek lemah tak berdaya…
Tubuhnya yang kupikir sekuat baja, hatinya yang seluas samudera, dan matanya sehitam jurang yang terdalam…ternyata hanya tubuh manusia biasa. Kulihat ia bersikeras membuka mata meski ia begitu lelah tak bertenaga untuk merengkuh putranya yang selama ini mencoreng arang di mukanya.
Pernah ketika kubuat liukan yang tidak bisa kubalikan dalam hidupku….beliau korbankan hatinya untuk membuatku merasa lebih baik. Dikecupnya lukaku….. yang orang bilang tak tersembuhkan hingga ia mengering. Dibelainya rambutku ketika semua orang mencibir semua gerikku.
Aku tak bisa kehilanganmu ibu…..tidak sekarang……..belum kubawa kau keliling dunia, belum sekali lagi kau datangi halaman rumah Tuhan, belum sekali lagi kau lihat aku berdiri di atas hangatnya pelaminan, belum kau cium wangi bayi yang lahir karenaku untuk berkat darimu …..belum….belum sekarang.
Waktuku untuk menyayangimu telah terlalu lama terbuang untuk kesalahan……….hari ini hingga lusa lusa yang lain…..aku ingin menjadi anak yang baik.
hari ini keluar dari pusdiklat sebentar untuk nyervis yang perlu diservis……hmmm naik bisa ke arah blok M terus brenti bentar pengen ngeliat barang barang karena sudah bosan melihat barang sendiri.
Tiba tiba ada bule cowok yang lagi nawar nawar di tempat tukang dasi……tukang dasinya mengerenyit…..mukanya kayak mikirin negara…tapi mulutnya bilang yes…yes…yes…. Wah secara biar exist gitu loh gwe datengin si bule…apa sih susahnya nulungin mahluk malang yang membutuhkan dasi selundupan seharga cebanan ? secara calon diplomat…..ngga becus ngapa ngapain selain bercengkrama dengan pergaulan international bukan??
Langsung gwe datangin…….tapi gwe pikir pikir….ya elah norak banget sih gwe sok soakan bisa ngartiin ngomongan tu bule…..biar wajar gwe pura pura mau beli dasi…ck ck ck emang gwe brilian banget dah….secara lulusan UII gitu lohhhhhhhh (warning : UII dan UI itu beda, kredibilitas ditentukan oleh banyaknya huruf i).
gwe nanya nanya dong sama tukang dasinya dengan sedikit logat cinta laura, maksudnya supaya ngga kaget gitu lah begitu ngomong inggris. Banghh…banghh…iyniy berapha ya…tanpa sadar gwe menunjuk dasi kembang kembang campur batik afrika (bingung kan lo ?) Uda gitu pertanyaan gwe yang penuh style itu cuman dijawab…cebanhhh (dengan logat kwitang yang elegan)….dalam hati gwe memisuh penuh gaya ….Bat (Kampret)
Gwe berpikir…wah ni bule mukanya rada rada kayak albino kebanyakan main layangan….mirip sama orang tulungagung tapi ngga berkelir…pasti orang inggris….kayaknya gwe pake logat Inggris….britis gitu lohhhhhhh……bisa gwe…percuma lama gwe nonton bend it like beckham 20 kali.
trus melihat keadaan bule dan abang itu yang diam diaman….gwe datang lah dengan penuh keberanian….tanpa takut…diiringi lagu kebangsaan gwe (bedagang…jangan begadang composed by H. Rhoma Irama).
Hellow theyr (maksudnya gwe ngomong hallo there…dengan logat Chelsea agak mengsor tanah abang dikit). Is there any problem?
Abang itu seneng banget…bagaikan kedatangan…….seorang tampan rupawan yang akan menolongnya bilang bahwa harga dasi itu ceban dan kalo sampai ditawar maka akan terjadi pertumpahan darah atas nama kemerdekaan yang adil dan beradab.
Bule itu diam dan dia jawab: Vous Parle France ?
mendadak diriku ingin pipis…dan tanpa berkata apa apa…berlalu dengan air mata berlinang…ternyata bule sialan itu orang prancis….Sutra lah. Akhirnya……..saya berjalan lagi dengan tetap seolah tidak terjadi apa apa….
Ketika ku berlalu Abangnya bilang : Mas, dia mau ngga ceban ? kalo ngga bisa kurang dah……dengan sedikit lirikan kuperagakan gaya Luca Toni ngegolin ( megang2 kuping) yang berarti…."Bleh…ane kaga ngarti bahasa Prancis…silahken dipun tawa’ke piyambak…matur nuwun."
Kain Perca
April 22, 2008
Diantara udara yang sedikit orang menghirup di jam 3 malam
Aku berangkat ke dimensi dimana aku bisa bebas bernyani lagu yang paling kelam
dan berbicara dengan alam
Ada Tuhan jauh di Atas sana……..tidak lebih jauh dari ketika aku duduk di dunia nyata…..tapi IA terlihat lebih jelas…aku hampir bisa melihat senyumNYA. Malam inipun IA tersenyum padaku….
Tiba-tiba seorang laki laki mengecup keningku……hangat seperti ayah yang bersumpah akan melindung anaknya. Dan ada wanita yang wajahnya bagai rembulan mengecup tanganku.
"Kamu orang baik, meski banyak yang meludahi mukamu….karena itu Tuhan menitipkan SenyumNYA untuk kukecupkan di keningmu."
Kata laki laki empat puluh tahunan itu……..tak bisa kulihat wajahnya karena ia begitu suci…..seperti rasul….
"Sudah terlalu lama engkau berjalan sendirian…..dan menuai pengkhianatan….meski hatimu deras memaafkan….aku datang untuk tidak pernah pergi dan mentandumu hingga nafasmu harus pergi….dihari itupun doaku membumbung bersama wanginya arwahmu." Wanita itu bicara sambil mengecup lagi tanganku.
Melangkah dengan tidak pernah lagi melihat ke belakang…….aku kembali ke dimensi kenyataan…dengan berbekal kecup di kedua tempat di tubuhku dari dua orang yang paling rela menjaga detak jantungku…..aku berjalan ke arah yang lebih baik…..meski kabar gembira datang bersama lembayung mimpi.
Aku rindu pada Bruce Lee
March 7, 2008
Akhir - akhir ini aku sering banget kehilangan diri sendiri. Bekerja di tempat yang diimpikan.
Aku lupa pada temanku…Bruce Lee.
Dulu aku begitu dihina….begitu ditindas…begitu dicerca…semua karena badanku yang kecil. Aku sering menangis di mana tidak ada orang yang benar benar tahu.
Tiba - tiba bruce lee datang di anganku dan berkata….naga yang kecil adalah tetap seorang naga….ia mampu terbang lebih tinggi dari elang dan memiliki cakar lebih kuat dari harimau….dan lebih berani daripada singa.
Semenjak itu aku berlatih sejadi-jadinya…meski tak punya uang untuk kursus…aku berlatih sebisanya…..aku berlatih dari clinch…grappling….stand up fighting. Aku berlatih hingga lupa waktu dan aku lebih berani menantang dunia. Aku ditemani dia…Bruce Lee. Aku memenangkan pertarungan pertamaku di SD…aku bertarung sejadi-jadinya dengan ada Bruce Lee di sudutku. Aku adalah naga…pikirku saat itu. Aku berlatih untuk melupakan perut laparku…aku berlatih untuk melupakan keadaan hidupku….bruce lee selalu ada dan berkata…..kepalan tinju bisa benar benar kuat ketika ada ribuan tinju di belakangnya…ribuan tinju itu adalah keringat yang mengarat dan urat yang menguat.
Aku tidak peduli wanita…aku tidak peduli dunia. Aku berlatih semua bela diri ditemani bruce lee. Aku hidup dan berlatih…aku berdarah dan tertawa.
namun hidupku seolah palsu sekarang….aku berpikir dengan meniru apa yang orang orang pikirkan. Aku bertingkah bagaimana orang bertingkah…pada saat itu Bruce Lee pergi dan aku tidak pernah berlatih lagi.
Aku bukan lagi seorang naga kecil….tapi hanya salah satu di ribuan lebah. Aku begitu senang memandang dunia…berlatih di bawah semilir angin, bergerak diantara hujan, diam membentuk kuda kuda menunggu matahari terbit.
Andai saja….aku bisa mengulang dunia…aku akan pergi di mana naga selalu berada…di medan pertempuran. Aku ingin berkeliling mempelajari seni bela diri di seluruh dunia…..aku ingin bertarung begitu keras..begitu cepat….dan bangkit lagi apabila kalah.
Aku rindu dimana Bruce Lee ada di sana dan berkata…..berlatih terus…it defines who you are.
Aku benci aku yang sekarang….I belong to the ring…..aku harusnya tidak berada di sini….tapi di tempat dimana aku mati dengan bahagia….pada pertarungan.
Adibandhispast
A real shape of Love
March 7, 2008
Manusia tidak sempurna sebenarnya…..yang sempurna adalah penciptanya. Hey…jangan pergi dulu…ini bukan ceramah religius.Maksud saya…salah satu buktinya adalah manusia tidak dilengkapi pengetahuan yang cukup tentang dirinya sendiri. Termasuk mengenali dan mengendalikan 1/3 dari dirinya sendiri yang banyak diasumsikan sebagai cinta.
Manusia itu pada dasarnya adalah indikator pertumpahan darah yang paling mengerikan. Pada dasarnya manusia adalah penyembah nafsu dan logika. Manusia mengangungkan rasionalitas……tapi ketika sudah tersentuh masalah cinta…ia bisa begitu labil…begitu rentan…begitu tidak mengindahkan wejangan sang akal. Hey…jangan pergi dulu…saya tahu kita pernah dengar ini…..tapi semua juga pasti pernah dengar bahwa cinta sering diequevalenkan dengan racun.
Cinta mengurangi produktifitas, menghilangkan fokus, membuat mata yang seharusnya melihat dosen malah jatuh ke lentikan mata sang pujaan. Cinta menghancurkan mood, memberikan kebahagiaan semu.
Jadi sebenarnya apa fungsi cinta? Apa hanya katalis perkawinan? dan apa yang membedakannya dengan birahi.
Birahi dan cinta pergi dengan kereta yang sama…saling mengobrol di halte yang sama….dan terkadang tidur di tempat yang sama…..tapi mereka harus berpisah….ketika harus berhenti di pemberhentian terakhir….yaitu mendefinisikan hubungan. Apakah wanita itu pelacur atau ia adalah pujaan.
Fungsi cinta yang utama sebenarnya adalah keseimbangan. Manusia bergerak berdasarkan insting hewani, dan bertahan hidup dengan logika. Ketika semua orang di dunia ini begitu pintar dan sekaligus begitu kejam…..dunia sudah hancur semenjak tahun 1. Tapi cinta memberikan netralisasi keseimbangan…karena cinta banyak orang menjadi tidak terlalu kejam dan memberikan toleransi, banyak yang menjadi malas, banyak yang menjadi kurang produktif, banyak yang mengubah pola pikirnya 180 derajat dan menerima perbedaan…..dan orang lain yang sedang tidak terinfeksi bisa berlanjut dengan tingkat kompetensi yang tidak terlalu membahayakan.
Jadi cinta adalah candu……sang gadis yang ditaksir adalah morfin….dan hidup menjadi lebih "tinggi" begitu tinggi hingga kerasnya bumi seolah terlupa.
Adib
The gold that I yield (Buah cerita saya dan Pak Kasubdit)
February 7, 2008
Most of us are proud to get rid thousands of contenders that trying to pursue a carrier in Deplu. Dan lebih banyak lagi yang menyesal dengan pilihannya. Prestis yang dicari, Glory yang ingin dimiliki, dan semua hal yang bagus2 ternyata sekedar asumsi…..
Banyak motif yang terkoleksi ketika orang ingin masuk deplu. “Luar Negeri” kata kata itu terdengar begitu indah dan tinggi. Bahasa inggris diselip selipkan oleh banyak orang jaman sekarang (termasuk saya). Semua untuk mendapatkan predikat wawasan internasional dan ngga kampungan. Bekerja di Deplu adalah impian karena kita terkadang lelah dan bosan tinggal di negeri sendiri yang carut marut…..belum lagi racun yang meracuni mental kita yang terkolonialisasi belumlah sepenuhnya hilang…sehingga segala sesuatu yang bule mengundang perhatian.
Ternyata pegawai deplu adalah pegawai deplu….pegawai negeri dengan segala kekurangannya…dengan segala keterkekangannya…termasuk gaji yang ditetapkan oleh menpan.
But after a long conversation dengan Pak Kasubdit……saya sangat bersyukur masuk deplu. The conversation seems recalling semua nasihat ayah saya mengenai apa yang manusia inginkan dalam hidup. Dan itu memberikan saya pencerahan kembali dan meringankan semua kekecewaan saya tentang apa yang saya telah salah sangka mengenai institusi ini.
Pak Kasubdit berkata pada saya..bahwa one of the biggest advantage that a deplu guy can have is..buntungnya tangan deplu kepada public service.
Hampir semua instansi korup di Indonesia adalah instansi yang bekerja tanpa tembok dengan masyarakat. Masyarakat ini bisa berarti perusahaan swasta, maupun rakyat jelata. Sementara masyarakat begitu berhierarkis….begitu bertingkatan…begitu ingin menang sendiri. Sehingga uang yang berbicara. Prioritas berubah, agenda disesuaikan dengan rencana para mafia, dan hidup para rakyat jelata hanyalah menjadi penyeimbang ekosistem dari implementasi suatu pribahasa yang berbicara “ada kaya maka ada si miskin”
Ayah saya berkata.” Berpuluh-puluh tahun hidup di Bea Cukai….hal yang paling sulit yang saya lakukan adalah bukan mencari uang, atau karir yang cemerlang….tapi untuk membedakan mana uang yang halal dan haram….mana pekerjaan halal dan haram…..tidak ada pegawai negeri yang bersih…..yang ada hanya mereka yang berdebu lebih sedikit.”
Memberi makan anak dengan hasil curian adalah hal yang paling menyedihkan bagi para penggarong…makanya mereka gunakan uang itu untuk melacur, menyawer, dll.
Bagi saya Tuhan telah terlalu baik untuk membiarkan saya hidup diantara telapak tangannya, sehingga saya tidak pernah terlalu sakit jatuh ke tanah…..apa iya saya harus mencoret-coret tangannya yang agung dengan tinja dosa saya ?
pembicaraan ini memberikan saya rasa manis lain dari hidup saya.
Hidup di deplu cukup bagi saya……
Adib
Transportasi Jakarta Yang kayak demit
January 29, 2008
Malem ini pas aku lagi nulis ini, seharusnya aku udah tertidur lelap di rumah. Tapi berhubung lagi butuh banget buku yang judulnya The lexus and The olive tree, makanya lari lari ke warnet cuman buat donlot.
Bukannya ngga bersyukur ya…tapi kejemnya jakarta tuh baru bener bener kerasa begitu ngantor di Pejambon. 2 jam perjalanan tanpa duduk, umpel-umpelan trus macet. Wah I thought ga ada yang lebih buruk lagi daripada itu. Sampe pada suatu hari…aku dan otak luguku berinisiatif untuk naik kereta dari Juanda.
Jangan harap ketertiban budaya Jepang di Kereta dan Kesopanan Orang eropa di atas lokomotif, Keretanya udah kayak Gerbong bertangan sejuta, ngga keliatan orangnya..yang ada cuman tangan bergelantungan…..Mirip siluman
WAHHHH….kalo ini mah kendaraan Jin. Tapi emang dasar orang Jakarta itu…..Ada yang bakal bentar lagi digencet lautan orang yang banyaknya 3 kali trowongan mina…masih aja siap siap bedakan pake Fanbo…Kalo aku sih mending jalan dari gambir ke pejaten.
Tapi the biggest message yang diambil…..Standar kesulitan dan kecapekan itu semuanya sebetulnya manusia sendiri yang bikin. Buktinya ada ibu-ibu yang kayaknya udah tua renta…ga taunya saban hari naik kereta pagi dan sore yang melintas dari Juanda-Alam Gaib-Depok. Gile banget…Jadi malu…ngakunya anak muda gagah perkasa ….ga taunya bocah cupu yang ga berani naik kereta bertangan seribu.
Untuk orang orang yang belum nyampe Jakarta….siap siap aja…tapi bagi yang punya mobil sih ngga ngaruh…paling macet doang.
Cheers,
Adib
Day 1 in Deplu
January 26, 2008
Hari kemaren adalah my official entrance ke kantor Deplu. My Dream Job.
Meski gara gara sakit typhus jadi ngga bisa masuk tepat waktu, toh tetep aja disana ada yang "nampani" dengan baik hati dan tidak sombong.
Masuk dan ditanyaain oleh banyak orang…Lulusan mana De’? Dari UII pak (disebutkan seperti menyebut UI tapi dengan Mad Jaiz Munfasil) aku jawab kepada salah seorang berbaju batik yang terlihat simpatik. Wah wah Alhamdulillah…bagus….memang anak UI itu ruarr biasa….dibanding yang lain agak meragukan ya..selamat-selamat…saya kemaren ketemu dari lulusan UII…I nya dua lo dek jangan salah denger ya ehehehhe….kayaknya sekolah yang belum pernah saya dengar itu heheheheheh. Ya sudah hati hati ya…tau kan di mana toiletnya?
Mungkin bapak itu melihat mukaku yang ditekuk dan mirip paras2 ikhlas orang yang mau ke toilet, akhirnya beliau memberikan berasumsi secara professional bahwa ada yang ditahan olehku diantara pelut dan kemaluan. Dan memberikan rekomendasi yang menurutnya sangat bijaksana ke arah toilet yang paling bersih di gedung itu.
Gedung Deplu memang besar….Liftnya banyak. Di sana muka orangnya ramah2 dan baik hati meskipun masih agak2 tanggal Tua. Berhubung kondisi terlambat dan belum tau di subkan di mana..akhirnya dengan memberanikan diri bertanya kepada orang yang mukanya terlihat sangat "Indonesia" di mana saya bisa ke bagian Ditjen Amerop.
dan dia menjawab "@#@!#!#@$#@%$#@EW#$#@" meskipun pada saat pertama aku mendengar seperti umpatan…akhirnya aku sadar bahwa itu adalah bahasa inggris orang Afrika. He’s an African…..and he speaks English (at least that’s the language the he was trying to verbalize).
Akupun ngeloyor sambil bilang wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh lengkap dengan qolqolahnya. Akhirnya aku naik ke Dirjen Amerop (Amerika dan Eropa). Di situ bertemu dengan ibu - ibu yang mengenakan jilbab yang bertanya." Angakatan 33 ya? Good…we’ve been expecting you since day 1." Wahhhh meskipun muka ibu itu beda tipis dengan tetanggaku yang retailer pete..tapi Bahasa Inggrisnya kayak Putri Diana.
Lalu aku diantar ke Divisi yang sangat sepi….ternyata disitulah aku harus bekerja……KIK (Kerja Sama Intra Kawasan) Uni Eropa. Kasubditnya adalah Pak Rachy seorang Diplomat Senior, dan direkturnya bernama Pak Dian yang sangat baik dan berhahahah heheheh. Tapi yang paling seru aku bertemu dengan seorang pejabat eselon 4 yang mahir bahasa daerah yang mistik….namanya Pak Putra.
Dia menguasai bahasa Banyumas………..Bahasa yang mistik tempat ayahku berasal…bahasa yang membuat seorang Jawara Silat berbulu dada lebat terlihat seperti personel patrio..
Syaya Dhari Phurbalingga……Seperti mendengar nyanyian surga…bahasa yang indah…Mungkin kalo Shakespeare mendengar bahasanya akan bilang bahwa inilah bahasa paling optimis di dunia dan menyebar tawa di mana mana, dan dia pasti akan langsung apply KTP ke sana. The best part is…saya juga sangat menguasai bahasa tersebut.
"wetenge Kencod banget kiye…..mangan yuh."
Kerjaanku sangat berat pada hari pertama….yaitu membunuh rasa bosan….hehehehehhehe.
Adib
My life’s purpose
January 2, 2008
I just browsed some of my friend’s photo album in friendster. There are some old friends that have my picture in it. Slowly, pieces of memory start to covering my mind.
I somehow have managed to set my foot in United Kingdom. This mistake has brought me into rapid changes and a great milestone that warps my future into a land of consciousness. Revealed my real path and whisper me my real purpose of I being delivered to this world.
But a mistake is a mistake. I would bet all of my success that I achieved today, for a drop of tears that my parents has fallen for my disobedience and unawareness of their pain. I swear I would….
My life is full of debt…….I have to redeem it with one way or another…therefore I dedicate all of my sweat and tears for my parents’ sake.
This is apparently the my life’s real purpose….a dedication
I hereby declare……that I am a good son….and I children that will protect my parent’s legacy and faith.
Adib